Tempurung Kepala Retak, Ryan Mason Pensiun

Share:

Gelandang Tottenham Spurs Ryan Mason Pensiun Setelah Bentrok dengan Bek Chelsea Gary Cahill

Dunia sepak bola kembali kehilangan seorang pemain akibat mengalami cedera dalam pertandingan. Ryan Mason pensiun setelah bentrok dengan bek Chelsea Gary Cahill dan mengalami cedera pada tempurung kepalanya.

Cahill merasa sangat hancur setelah mendengar kabar bahwa Ryan Mason pensium dari dunia sepak bola di usianya yang ke 26 tahun. Cedera pada kepala yang dialaminya menjadi alasan utamanya.

Mason mengalami keretakan pada tempurung kepalanya setelah bentrok dengan Cahill di pertandingan liga primer bulan Januari. Gelandang Spurs kemudian segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalankan operasi di ruang darurat, dan diijinkan keluar 8 hari kemudian.

Walaupun ia sangat ingin kembali bermain sepak bola, Mason mengumunkan bahwa ia akan menjalankan perawatan dan meletakkan sepatunya. Cahill merespon dengan cepat mengenai pemberitahuan tersebut melalui akun Twitternya.

Bentrokan antara Gary Cahill dan Ryan Mason pada pertandingan Liga Primer
Bentrokan antara Gary Cahill dan Ryan Mason pada pertandingan Liga Primer

Pada akun Twitter Gary Cahill tertulis: ‘Rasanya sangat hancur mendengar kabar dari Ryan. Bentrokan yang terjadi dalam pertandingan adalah hal yang sudah kita rasakan ribuan kali. Namun, melihat akibat dari apa yang terjadi terhadap Ryan benar-benar menyakitkan. Saya berharap yang terbaik untuk dia dan keluarganya, dan juga yang terbaik untuk masa depannya.’

Mason juga mengumumkan ia berharap akan dapat kembali bermain apabila cedera yang dialaminya pulih total.

Mason had to have emergency surgery and spent eight days at St Mary's hospital in London

On New Year's Eve, Mason shared a picture of the huge scar he was left with on his head 

Pernyataan Ryan Mason Setelah Menjalani Operasi Darurat

“Setelah mendapat saran dari ahli medis, sekarang saya tidak punya pilihan selain harus pensiun karena risiko yang terkait dengan cedera saya. Selalu bersyukur atas orang-orang di sekitar yang telah membantu saya pulih dari cedera yang mengancam jiwa.’

“Rasanya seperti bom meledak di kepala saya,” kata Mason. ‘Beberapa saat kemudian saya menjalani CT scan, dan mendengar dokter mengatakan saya adalah orang yang tidak berhati-hati.

“Mereka bertindak sangat cepat dan dalam beberapa menit saya menjalani operasi. Itu adalah situasi yang mengancam jiwa dan masih sangat mengejutkan saat mengingatnya kembali.

“Dokter menunggu saat yang tepat untuk memberitahuku mengenai cedera dan operasi. Saya merasa masih terlalu awal untuk pensiun dan tidak yakin bisa menerima keputusan ini.”

In his first interview after the accident, Mason said the injury 'felt like a bomb going off'


, , ,
Khalifah Kierana
Khalifah Kierana
Seorang penulis konten yang memiliki kualitas terbaik seputar olahraga, seperti sepakbola, prediksi bola, berita bola, dan juga semua informasi penting terkait olahraga lainnya. Konten yang dibuat tergantung dari istilah yang berkaitan dengan judul. Memiliki profesionalitas dalam pembutan artikel dikarenakan pengalaman yang sudah mencapai 9 tahun.

Leave a Reply